End of an Era
git-history — IT_DEV

git commit -m "End of an Era, Start of a New Adventure"

git tag -a v.Final -m "The end of a great chapter"

git push origin FUTURE


// Message from the team:

"Terima kasih untuk semua kolaborasi hebatnya! Perjalanan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan rekan-rekan dari berbagai divisi. Hari ini kita rehat sejenak dari semua deadline dan pitching untuk merayakan kebersamaan."

event_config.json
SELECT * FROM "Memories" WHERE status = 'Unforgettable';

{
  "runtime": "22 May | 18:30",
  "location": "Teras Ngerumpi, Lebak Bulus",
  "map_url": "https://maps.app.goo.gl/4KTPvLciFSddguij9",
  "special_invite": "All Cross-Functional Partners & Friends**",
  "merge_conflicts": false,
  "status": "Ready to Celebrate"
}

> The_Alumni_Logs.txt (Swipe to decrypt our real stories)

Foto Nurhidayanto

Nurhidayanto

The Founding Father

> role: Frontend | Exit #3

Yang paling tua, pendiri tim ini, dan "bapak" penengah kalau kita lagi ribut. Dijanjikan jadi partner bisnis, tapi realitanya malah ditegur karena telat dan dipaksa kerja cepat dengan brief yang nggak pernah jelas. Orang ketiga yang akhirnya memilih angkat kaki dari janji kosong ini.

Foto Wiwit Jumianto

Wiwit Jumianto

The Broken Promise Exception

> role: Backend | Exit #2

Orang yang pertama kali ngajak Ridho gabung. Sosok yang tegas dan cool, sekaligus Team Leader kedua. Sama seperti yang lain, dia dijanjikan banyak hal yang ujung-ujungnya nggak cuma ga ditepati, tapi narasinya diputar balik. Kekecewaannya bikin dia jadi orang kedua yang log out dari sini.

Foto Cahyo

Cahyo

The First to See the Wall

> role: Mobile | Exit #1

Seniornya Wiwit dan Team Leader pertama di kantor ini. Perfeksionis dan sangat tegas. Sejak awal kantor masih kecil, dia yang harus berhadapan dengan brief dan business logic CEO yang nggak pernah jelas. Sadar tempat ini nggak akan berkembang sesuai harapan, dia jadi orang pertama yang cabut.

Foto Ridho Mufti Asyari

Ridho Mufti Asyari

The Jack of All Trades (Discarded)

> role: Team Lead, BE, DevOps, SA | Exit #6

Masuk sebagai freelancer, lalu memikul semuanya dari DevOps, BE, SA, sampai pasang jaringan. Belajar mati-matian demi nutupin kekurangan tim. Dijanjikan "partner bisnis", tapi saat kantor mulai growth, dia dibuang dari circle keputusan-bahkan sekadar minta papan tulis buat tim aja nggak dikasih. Resign tanpa diajak bicara, menjadi orang keenam yang keluar.

Foto Adam Sugian

Adam Sugian

The Loyalty Beyond Toxic

> role: Frontend | Exit #7

Teman kuliah Ridho, sang Joker pembawa tawa di kantor yang rela PP Tangerang-Rempoa 40km (2 jam). Pas Ridho nyerah dan mau resign, dia cuma bilang: "Kalo ga ada lu, mau apa gw di sini? Lu aja sampe segitunya diperlakukan. Buat apa bertahan dengan toxic?" H+1 Ridho resign, Adam langsung ikut resign.

Foto Azzy Kesuma

Azzy Kesuma

The Professional from the Cave

> role: Frontend | Exit #4

Mantan remote worker yang kerjanya super cepat dan profesional abis (sampai kita segan minta dia lembur). Awalnya nerd banget kayak baru keluar goa, sampai akhirnya luluh dan bisa ngakak bareng tongkrongan ini. Muak dengan janji-janji manis kantor, Azzy menjadi orang keempat yang keluar.

Foto Muh Syakur

Muh Syakur

The Long-Awaited Shield

> role: Project Manager | Exit #5

PM yang ditunggu bertahun-tahun, tapi baru dikasih pas Ridho udah niat resign (ironis, kan?). Awalnya sok cool dan perfeksionis, padahal aslinya kocak. Jago banget komunikasi sama client dan nahan request nggak masuk akal. Syakur jadi orang kelima yang menyelesaikan masa tugasnya di sini.

Foto Wafiy Ulhaq

Wafiy Ulhaq

The Visionary Little Brother

> role: UI/UX | Exit #8

Mirip vokalis band, hobi sepeda & fotografi, rela PP Bogor-Rempoa 40km. Waktu tech-test, solusinya out of the box banget. Di kantor dia jadi tempat curhatnya Syakur (udah kayak adiknya sendiri). Setelah dapet bocoran dari Ridho soal kondisi kapal, dia cari kerja baru dan jadi orang kedelapan (terakhir) yang menutup era ini.

guest@it-dev:~$ execute farewell.sh? (y/n)

No more merge conflicts, just a perfect evening.